Senin, 12 Desember 2011

Wow, Inden Ducati Monster 795 di Indonesia Sampai April



Meski baru dirilis resmi di Jakarta pada Sabtu lalu (10/12), namun varian terbaru Ducati Monster 795 langsung mendapat sambutan yang cukup baik di kalangan pecinta moge Tanah Air. Hal ini terbukti dari antrian panjang pesanan yang hingga saat ini sudah mencapai 106 unit per 9 Desember.

“Inden varian ini kami buka sejak bulan Juli, tepatnya di ajang IIMS 2011 dengan harga Rp 199 juta," ujar Agustus Sani Nugroho, Presiden Direktur Ducati Indonesia.

"Harga diskon itu merupakan  bentuk apresiasi kami terhadap pelanggan yang sabar dan percaya pada Ducati. Sebab saat itu kami tak menjelaskan spesifikasi detail. Bahkan pembeli baru mendapat unit pada Januari 2012 nanti,” lanjutnya,

Sedangkan bagi yang membeli motor bermesin L-Twin 803 cc saat ini (Desember) diharap lebih bersabar, karena baru akan mendapat unit pada bulan April 2012.

“Ya, bagi pembeli Monster 795 inden sekitar 4-5 bulan. Sebab kami baru mengantarkan unit pada penginden di IIMS pada bulan Januari, agar tahun pajak nya tidak tanggung. Sebab motor ini baru di produksi di akhir tahun,” tambah Nugroho.

Monster 795 dilepas Rp 225 juta on the road Jakarta. Sedangkan pembeli di Jabodetabek mendapat diskon sebesar Rp 10 juta hingga akhir Desember, menjadi Rp 215 juta.

“Selain pembayaran cash, kami juga menyediakan fasilitas kredit yang bekerja sama dengan Bank Mandiri dan Bank CIMB Niaga,” pungkas pria berkacamata tersebut. (motorplus-online.com) 

R6 Street Fighter, Yamaha Scorpio 2005



Modifikasi, tak selalu harus sama dengan motor yang dijadikan panutan. Hal ini coba diterobos Daeng Maming dalam mewujudkan Yamaha Scorpio menjadi seperti Yamaha R6. Fairing yang seharusnya ada di supersport itu, kini tak diaplikasi di ‘Kalajengking’.

“Karena motor ini juga terkadang dipakai buat turing juga sih. Jadi, cari praktisnya aja jika terjadi sesuatu di engine. Bongkar-pasang lebih cepat tanpa fairing. Selain itu, lebih simpel buat handling,” bilang pria yang punya workhshop BMX Custom yang singkatan dari Bengkel Modif X-Treme Custom ini.


Toh, seluruh bagian bodi yang dipakai terbuat dari fiberglass. Termasuk juga tangki. Bukan tangki standar yang dibungkus fiber alias model kondom. Sebab menurut Daeng, tangki kondom akan menyebabkan keropos. Terutama, di sambungan pelat dan fiber.

Yang menarik lagi, pria berdarah Makassar dan Jawa ini menerapkan anti potong rangka dalam modifikasinya. Itu terlihat dari sub frame. Rangka Scorpio yang bulat, hanya dipress agar menjadi lancip untuk dudukan bodi belakang R6 yang runcing.

“Setelah dipress, rangka belakang itu ditekuk sedikit ke atas. Jadi, tak ada yang dipotong kan,” tutup pria yang workshopnya di Jl. I Gusti Ngurah Rai, No. 99A, Cipinang Muara, Jakarta Timur. Mantap Bro! (motorplus-online.com) 
 
DATA MODIFIKASI
Ban depan    : Battlax BT92 120/60-17
Ban belakang : Battlax BT92 150/60-17
Upside down: Suzuki GSX 1000
Lengan ayun : Suzuki GSX 1000
BMX Custom  : 0815-8499-0915
 

Sudah Buka Inden Ducati Panigale Meluncur Juni 2012 di Indonesia



Kabar gembira bagi penggila kecepatan berkocek tebal. Pasalnya, Ducati Indonesia siap memasarkan superbike anyar mereka, 1199 Paniale di Indonesia tahun depan.

Seperti dinyatakan oleh Agustus Sani Nugroho, Presiden Direktur Ducati Indonesia, Panigale akan masuk ke Indonesia paling cepat pada bulan Juni. "Sebab superbike ini baru masuk tahap produksi massal pada bulan Maret 2012,” ungkapnya.

Nugroho menambahkan saat ini Panigale sudah bisa dipesan. “Sudah ada 6 pemesan,” ujarnya sembari menyatakan Ducati Indonesia melepas Panigale dalam empat varian.

Asiknya semuanya sudah diberi banderol harga, yakni tipe Basic dengan Rp 385 juta, Panigale ABS Rp 399 juta, lalu Panigale 1199S Rp 450 juta dan versi termahal Panigale 1199S tricolore Rp 500 juta.

Panigale adalah superbike anyar Ducati yang baru mendebut di ajang EICMA Milan bulan lalu. Menurut Ducati, Panigale merupakan lompatan teknologi bagi dunia sepeda motor. Superbike ini juga memiliki evolusi besar dibanding pendahulunya, 1098.

Diantaranya tampilan bodi yang makin agresif dan aerodinamis. Serta ditunjang sasis yang menyatu dengan mesin (frameless chasis design) yang dipakai pada jagoan MotoGP mereka, GP11.

Sementara mesin Panigale memakai generasi terbaru berjuluk "Superquadro". Mesin yang juga berfungsi sebagai pemegang lengan ayun ini memiliki kapasitas 1199 cc dengan muntahan tenaga 195 dk di 10.750 rpm dan torsi 13,5kgm pada 9.000 rpm.

Tak heran jika pabrikan asal Bologna itu menjulukinya sebagai mesin twin silinder produksi massal terkuat yang pernah ada. (motorplus-online.com) 

Rabu, 07 Desember 2011

Kaki Sedikit Mundur, Peninggi Footstep Honda CBR 250R



Material billet P6
Posisi kaki seperti pembalap, bisa ditiru pengguna Honda CBR 250R tanpa perlu ganti footsteep racing. Tinggal pakai peninggi pijakan kaki bikinan Chemonk Modified. Dibanderol Rp 300 ribu dari material billet P6. 

Harga segitu sudah termasuk baut-baut untuk pemasangan. Enaknya, lagi peninggi footsteep ini tetap bisa menggunakan pijakan kaki asli CBR250. Berbeda kalau pakai footsteep racing, yang pasti membuang pijakan kaki aslinya.  

“Sudah jajal buat turing jauh. Posisi telapak kaki jadi sedikit mundur, tapi bisa lebih rapat ke bodi motor. Jadinya, motor bisa lebih gampang dikendalikan,”  ujar Andri ‘Chemonk’ Irwan, pemilik CM yang bermarkas di Jl. H. Ashirot, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Yang mau tahu lebih banyak silakan telepon ke markas CM di nomor (021)5349508. Sip.  (motorplus-online.com)

Dipakai Juara Nasional Indoprix, Yamalube Luncurkan Racing Oil


Start mulai awal bulan Desember 2011 ini, Yamalube secara resmi memasarkan Yamalube Racing Oil. Meski baru dijual untuk umum, tapi sejatinya oli ini sudah dipakai para pembalap Indoprix (IP).

Semua tim Yamalube, bahkan juara nasional IP juga pakai oli ini. "Selama ini balapan selalu pakai Yamalube," buka Denny Triyugo, juara nasional IP kelas 110 cc.

Pembalap yang membela tim Yamaha Yamalube FDR KYT Star Motor ini juga mengaku performa motornya selalu dalam kondisi prima setiap balap. "Enggak pernah ada masalah," akunya.

Oli full synthetic ini memiliki spesifikasi 5W-30. Memang tergolong encer, sesuai dengan kebutuhan mesin balap. Harga jualnya hanya dilepas Rp 125 ribuan.

Untuk pembelian bisa diperoleh di jaringan resmi Yamaha di seluruh Indonesia. Kalau bingung atau sulit mendapatkannya, silahkan menghubungi Yamaha call center di (021) 2457 5555 dan (021) 461 8000. (motorplus-online.com)  

Fokus dan Gaya, Head Lamp Proyektor Yamaha Byson


Dari lahir Yamaha Byson sudah keren, apalagi didukung oleh variasi yang kian membanjiri pasar lokal. Salah satunya adalah kehadiran headlamp proyektor yang satu ini.

"Selain penampilannya lebih keren, sorot lampunya juga lebih fokus ketimbang HID," buka Aji Pratama dari Zico Motorsport, penyedia variasi asal Thailand yang bengkelnya mangkal di Jl Ketapang Utara no 142, Jakarta Barat.

"Harganya Rp 1,85 juta lengkap dengan cover head lamp original," lanjut Aji sambil menjelaskan kalau lampunya ini juga punya beberapa pilihan warna sebagai kosmetik-nya. Ada merah, kuning, biru, hijau dan putih.

Dan asiknya jangan khawatir soal pemasangan karena sudah plug and play. Tinggal colok ke soket kabel bawaan motor. Untuk bohlamnya pun, sudah disiapkan spare partnya kalau sewaktu-waktu putus. Cuma Rp 200 ribuan aja kok!

Tertarik? silahkan kontak Zico di 0878 8276 8877 (motorplus-online.com)

Dilacak Mekanik Korek Harian, Karbu Standar Pilihan



Karbu Shogun 125SP lebih tebal. Enak direamer(kiri). Venturi bisa direamer besar(kanan)
Karburator venturi besar, jadi primadona penikmat adu kebut. Apalagi kalau kapasitas silinder dan durasi kem sudah didongkrak. Ganti atau atau modifikasi karbu jadi solusi paling tepat.

Namun sampai saat ini masih didominasi karbu racing berkelas. Harganya pun cukup mahal, lantaran di dalamnya didukung fitur-fitur canggih. Sehinga agak merepotkan pemilik motor berdana minim.

Namun bukan berarti karburator yang dipakai di motor standar enggak bisa diaplikasi. Walau enggak semua, tapi ada beberapa yang bisa dan banyak dipakai para tunner.

“Untuk motor bebek korek harian, karburator paling diburu punya Suzuki Shogun 125SP. Mereknya Mikuni VM18SH dengan kode 20G. Atau punya New Smash 110 kode 09H. Sama-sama Mikuni VM18SH. Selain itu ada juga Karburator Karisma, meskipun tidak semua menyukainya,” ujar Alif Bowo Sarwono, pemilik bengkel bubut Adhi Jaya Tech di Jl. Tole Iskandar Raya, Depok.

Lanjut Alif, kelebihan karburator Shogun 125SP atau New Smash 110, karena memiliki venturi lebih besar juga tebal dagingnya. Itupun jika dibandingkan dengan kepunyaan motor lain, tetap lebih menguntungkan. Misalnya dengan karbu Yamaha Jupiter-Z yang pakai Mikuni VM17SH, diameter venturinya lebih kecil 1 mm.

Makanya kalau mau direamer, kata Alif, karbu Shogun 125SP bisa sampai 22 mm ke atas dan ke samping 19 mm dari 15 mm. Bahkan kalau mau bore up piston skepnya, tanpa ganti bodi (alias bodi asli) bisa sampai diameter 20 mm dari aslinya. Cuma piston skep mesti bikin baru karena tidak ada gantinya.


Karbu Karisma masih terlalu mahal untuk jadi pilihan
“Tak hanya itu, karbu Shogun 125SP juga mudah didapat dibanding produk lainnya. Sehingga harganya relatif terjangkau buat semua kalangan. Apalagi jumlah lubang pada nozel di atas spuyer main-jet lebih banyak. Sehingga debit bahan bakar makin deras,” timpal Hari Novrian, mekanik Hari Motor di Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Selain kedua karbu tadi, komponen pengkabut gas bakar yang asli Suzuki Axelo 125 juga bisa jadi pilihan. Kata Roby Krisbiyanto, mekanik Bontot Jaya Motor, karbu yang rumah cuknya sebelahan dengan lubang piston skep itu bisa direamer hingga ukuruan 25 mm dari 18 mm (asli). Pasalnya lubang dan piston skep Axelo 125 lebih panjang dari lainnya.

“Cuma biar bisa sampai ukuran segitu (25 mm), rumah cuk mesti dicustom. Sehingga kerja cuk piston yang berada di sebelah piston skep tidak bisa lagi difungsikan,” timpal mekanik yang buka bengkel di Jl. Amal No. 37, Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Karisma Dan TVS
Pemilik motor Honda tak perlu kecil hati. Karburator pilihan buat kohar bisa pakai pengkabut punya Honda Karisma. Memiliki diameter venturi asli 19 mm dan konstruksi yang bagus. Bisa direamer sampai ukuran 24 mm, lho.

“Lebih bagus dan bisa direamer tinggi karena semua lubang aliran ada di bawah. Cuma sayang, harga karbu masih mahal juga sulit didapat,” lanjut Alif. Dan selain karbu Karisma, dia juga pernah mereamer karbu motor bebek merek TVS meskipun enggak tahu tipenya. Tapi, ubahan yang dilakukan sama persis dengan Honda Karisma. (motorplus-online.com)