Sabtu, 22 Oktober 2011

Aman Gaya dan Murah, KYT Venom Rider



Lebih aman dan tidak mudah tergores
 
Tepat
pada saat pembukaan Jatim Fair yang diadakan di Suarabaya, 7 Oktober 2011, PT Tarakusuma Indah akan meluncurkan produk terbaru mereka, KYT Venom Rider. Berbagai inovasi terbaru diusung pada helm yang dilego Rp 270 ribu ini.

Paling utama yakni fitur safety yang bernama Anti Theft System (ATS) . “Fitur ini sebenarnya tidak baru-baru banget. Pernah diterapkan pada tipe Scorpion. Penggunaan fitur ini mendapat apresiasi baik dari konsumen,” kata Henry Tedjakusuma Direktur Marketing TI.

Aplikasi ATS ini memberikan rasa aman dari pencurian helm yang biasa dilakukan ketika peranti pelindung kepala ini diletakkan di motor. “Dulu ketika ada fitur klip di sisi tali helm, sepertinya kurang maksimal pengamanannya. Sebab, biasanya helm akan disangkutkan di sisi jok motor. Dan ini bisa menyebabkan helm lecet tergesek. Dengan sistem baru ini lebih mudah dan aman,” kata Henry.

Cara penggunaan juga mudah, tinggal geser klip penutup ATS yang terbuat dari besi. Lalu masukkan kawat baja dan kunci. “Letak helm bisa di atas jok,” kata Henry yang berkacamata itu.

 Bagian dalam kain pembungkus ada logo KYT(kiri). Mudah cara aplikasi, geser klip dan masukkan kawat baja(kanan).
Yang terbaru dari Helm Venom Rider ini adalah kain pembungkus pada bagian dalam. “Lebih halus dan juga sudah disertai logo KYT. Ini baru pertama kali diterapkan di helm KYT,” seru Henry lagi.

Untuk helm half face terbaru ini, tersedia dalam beberapa warna kombinasi. Namun dalam peluncurannya baru kombinasi merah dan putih. Dan bisa dibeli di seluruh Galery Helmet KYT.

Pet Extension

Inovasi lainnya yang diterapkan PT Tarakusuma Indah pada helm terbaru mereka, Venom Rider yakni Pet Extension atau memperpanjang pet helm. Salah satu tujuannya adalah untuk memberikan kenyamana kepada penggunanya dari sinar matahari.

“Juga bisa menimimalkan sinar matahari yang langsung ke mata. Selain itu, juga bisa memperlebar pandangan,” kata Henry.

 Anti sinar matahari dan gaya
Pet yang diperpanjang ini sipnya fleksibel alias bisa dibikin maju atau mundur. “Selain fungsi tadi, penggunaan pet ini juga akan menambah gaya dari pemakainya. Dengan bentuk yang didesain sesuai dengan kepala pengendara Indonesia, tampilan Venom Rider makin terlihat keren,” yakin Henry.

Dengan menghadirkan Venom Rider, KYT akan memanjakan pengendara Indonesia dengan helm murah, berkualitas namun tetap gaya.    (motorplus-online.com)

Cocok Buat Skubek Balap, Ban Mizzle MR-01

Punya tagline The Real Racing Tire
PT Banteng Pratama Rubber selaku produsen ban Mizzle menghadirkan produk baru untuk pengguna skubek. Ban ini tergolong jenis racing sehingga mulai dari desain dan material juga spesial.

“Si karet bundar berukuran 90/80-14 inci ini punya identitas dengan nomor seri MR-01,” jelas Ronald Suherman dari advertising & promotion Mizzle.

Untuk saat ini baru satu ukuran. Ban seherga Rp 225 ribu ini katany amantap menggigit aspal baik di tikungan maupun pengereman ekstrem.

Karena untuk balap tentu saja materialnya tergolong soft compound. Kandungan dan komposisi bahan yang spesial juga membuat suhu ban ini tetap stabil. Sehingga aman untuk pemakaian jangka panjang sekalipun.

Konstruksi MR-01 sudah mempunyai profil donut sehingga bisa diajak bermanuver dengan lincah. Tentu saja sebelum dilempar ke pasaran sudah diuji dan aman untuk dipakai hingga kecepatan 180 km/jam. Informasi lebih banyak bisa kontek langsung ke hotline 0818-679-953. (motorplus-online.com)

Pakai Mesin 796 Dan Bodi 696, Ducati Monster 795 Khusus Asia


Gegap gempita peluncuran Ducati Monster 795 yang khusus dipasarkan di untuk Asia ini sudah begitu terasa sedang minggu lalu di Kuala Lumpur.

Di Ibu Kota Malaysia yang menjadi tempat peluncurannya ini, Ducati sudah menyiapkan spot-spot strategis untuk memajang varian terbarunya. Beberapa boks penutup sengaja dipajang agar konsumen hanya bisa mengintip.

Tapi setelah peluncurannya dilakukan kemarin (20/10), tabirnya terbuka jelas. Varian Ducati yang dibuat khusus Asia ini ternyata memiliki mesin yang sama dengan Ducati Monster 796 yang sudah lebih dulu beredar.

Tenaganya besar dengan kapasitas mesin 803 cc. Mesin L-Twin 2 Desmodromic-nya ini memiliki powe 87 Hp. Lebih besar dari Ducati Monster 696 yang hanya 80 hp dari mesin 696cc. Keinginan pasar Asia pada mesin yang bertenaga ini dijawab Ducati dengan menekan harga jualnya.

Caranya dengan mengawinkan mesin bertenaga dari Monster 796 dengan desain, rangka dan kaki-kaki yang sama seperti Monster 696. Keterangan dari website resmi Ducati menunjukan bentuknya malah sama persis, bedanya hanya pada emblem 796 di dekat knalpot.

Pembeda lainnya, Monster 795 dan 696 ini masih menggunakan swing arm konvensional bukan mono arm seperti yang dipakai Monster 796. Selain itu desain peleknya juga hanya palang tiga bukan Y Shape palang 10.

Rencananya Monster 795 ini akan dijual di Thailand, China, India, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Philipina, Vietnam dan Singapura. Saat diluncurkan di Kuala Lumpur kemarin, Monster 795 ini dilepas dengan harga sekitar 70 ribu Ringgit atau setara Rp 180 jutaan.

Sedang di tanah air, kabarnya akan dilepas mulai Rp 225 jutaan. Wah, bakal jadi pacuan favorit biker Ducati nih! (motorplus-online.com)

 Spesification:
Frame: Tubular chrome moly steel trellis, casted aluminium subframe
Wheelbase: 1450 mm (57.1in)
Rake: 24°
Rear swingarm: Double sides swingarm
Front suspension: Marzocchi 43mm upside-down forks
Front wheel travel: 120mm (4.7in)
Front wheel: 3-spoke light alloy 3.50 x 17
Front tyre: 120/60 ZR 17 Pirelli Angel ST
Rear suspension: Progressive linkage with preload and rebound Sachs adjustable monoshock
Rear wheel travel: 148mm (5.8in)
Rear wheel: 3-spoke light alloy 4.50 x 17
Rear tyre: 160/60 ZR 17 Pirelli Angel ST
Front brake: 2 x 320mm discs, 4-piston radial calliper
Rear brake: 245mm disc, 2-piston calliper
Fuel tank capacity: 15 l (3.8 US gal) / 13,5 l (3.6 US gal) ABS version
Dry weight: 167kg / 169 kg ABS version
Instruments: Digital unit displaying
Warranty: 2 years unlimited mileage
Body colour (frame/wheel): Red (red / black) - Arctic white silk (red / black) - Diamond black silk (red / black)
Versions: Dual seat
Seat height: 770mm (30.3in)

Engine Type: L-Twin cylinder, 2 valve per cylinder Desmodromic, air cooled
Displacement: 803cc
Bore x Stroke: 88 x 66mm
Compression Ratio: 11:01
Power: 64kW - 87 CV @ 8250 rpm
Torque: 78 Nm - 8 kgm @ 6250 rpm
Fuel injection: Siemens electronic fuel injection, 45mm throttle body with stepper motor
Exhaust: Lightweight 2-1-2 system with catalytic converter and twin lambda probes
Transmission Gearbox: 6-speed
Ratio: 1=32/13 2=30/18 3=28/21 4=26/23 5=22/22 6=24/26
Primary drive: Straight cut gears; Ratio 1.85:1
Final drive: Chain; Front sprocket 15; Rear sprocket 39
Clutch: APTC wet multiplate with hydraulic control
Emissions Standard: Euro 3

Bursa Ban Matik, Antara Lifestyle dan Safety


 
 Beragam pilihan ukuran dan pattern
Pasar ban matik meningkat sejurus dengan meningkatnya pangsa pasar motor matik di Indonesia.  Sedangkan untuk ukuran khusus, misalnya yang lebih kecil atau ban yang lebar,  pasarnya lebih sempit. Hanya untuk kalangan hobies atau modifikator.

“Untuk ban luar ukuran standar meningkat,” aku Fery dari Cahaya Mandiri Motor, distributor ban luar di daerah Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat.

Dodi Yanto, Marketing IRC tidak menampik pertumbuhan pasar ban luar matik makin meningkat.  Apalagi IRC yang pernah kerja sama dengan ATPM untuk pengadaan ban luar motor matik, dirasa lebih paham soal pasar ban luar motor.

"IRC tidak hanya mengandalkan ATPM, tetapi juga terus mengembangkan ban untuk memenuhi pasar ban luar aftermarket. Sebab meningkatknya kebutuhan ban luar pasti akan menarik pemain lain untuk ikutan memasarkannya. IRC mengambil celah untuk bermain di ban balap dan motorcross, yang belum banyak pemain lain," yakin Yanto.

Selain kualitas, pertimbangan konsumen dipengaruhi pemahaman soal safety dan fashion. Kebutuhan safety lebih banyak dirasakan pengendara yang memang menggunakan motor sehari-hari sebagai sarana transportasi.

Sedangkan fashion didukung tampilan patern. Biasanya fashion ini lebih banyak diincar pengendara muda untuk memenuhi kebutuhan lifestyle mereka. (motorplus-online.com)

MICHELIN
70/90-14   M295Rp 234.000
80/90-14   M295Rp 252.000
80/80-14   M295     Rp 246.000
90/80-14   M295     Rp 270.000
110/80-14   M45     Rp 358.000

CORSA
70/90-14   S-01     Rp 116.000
80/90-14   S-01     Rp 134.000
70/90-14   SS-09T     Rp 116.000
80/90-14   SS-09T     Rp 134.000

70/90-14 Tubeless  SS09T     Rp 145.000
80/90-14 Tubeless  SS09T     Rp 160.000
70/90-14 Tubeless  S-01     Rp 145.000
80/90-14 Tubeless  S-01     Rp 180.000
80/80-14 Tubeless  S-33     Rp 163.000
90/80-14 Tubeless  S-33     Rp 196.000
100/80-14 Tubeless  S-33     Rp 239.000
110/80-14 Tubeless  S-33     Rp 265.000

SWALLOW
27S-114   S-207     Rp 118.000
300-14    S-207     Rp 148.000
60/90-14   SB-115     Rp 95.000
70/90-14   S-222, SB-115, SC-102A  Rp 105.000
80/90-14   S-222, SB-115, SC-102A   Rp 127.000
90/80-14   SB-115     Rp 152.000
90/90-14   S-222, SC-102A    Rp 152.000
100/80-14   SC-102A    Rp 185.000
Tubeless
70/90-14   S-222, SB-115, SC 102A  Rp 135.000
80/80-14   SB-108     Rp 157.000
80/90-14   S-222, SB-115, SC-102A    Rp 157.000
90/80-14   SB-108, SB-115    Rp 188.000
90/90-14   S-222, SC-102A    Rp 188.000
100/70-14   SB-108, 112, 115   Rp 235.000
100/80-14   SB-102A    Rp 235.000
110/70-14   SB 112, 115    Rp 265.000
110/80-14   SB-108, SC-102    Rp 265.000

FDR
70/90-14   Flemmo    Rp 108.500
80/90-14   Flemmo    Rp 127.500
90/90-14   Flemmo    Rp 164.000
80/80-14   Genzi     Rp 141.500
90/80-14   Genzi     Rp 170.000
100/80-14   Genzi     Rp 210.000
 Tubeless
80/80-14   Sport XRevo    Rp 170.000
90/80-14   Sport XRevo    Rp 204.000
100/80-14   Sport XRevo    Rp 250.000
110/80-14   SportXRevo    Rp 275.000
120/70-14   SpportXRevo    Rp 303.500

COMET
70/90-14   M1     Rp 220.000
80/90-14   M1     Rp 272.000
90/90-14   M1     Rp 324.500
100/70-14   M1     Rp 364.000
110/70-14   M1     Rp 378.000
120/70-14   M1     Rp 387.500

ROSSI
70/90-14   Tubeless   Rp 135.000
80/90-14   Tubeless    Rp 150.000

DUNLOP
70/90-14   TT901     Rp 104.000
90/90-14   TT-901     Rp 139.000
80/90-14   TT-901     Rp 126.000

IRC
70/90-14   NF 69   Rp 95.000
80/90-14   NR 76    Rp 108.000
80/90-14   S8 830    Rp 129.000
90/90-14   SS 530    Rp 154.000
90/80-14   NR 76A    Rp 144.000
100/80-14   SB 560    Rp 165.000
120/80-14   SB 560    Rp 255.000

Tutup Tangki Gaul Trail Kawasaki



Ini salah satu produk yang akan mempermanis tampilan Kawasaki KSR, KLX 150, D-Tracker dan KLX 250. Adalah tutup tangki bensin dengan label Red Star.

Produk ini didatangkan langsung dari Thailand. Tersedia dalam tiga pilihan warna; red, gold dan silver. Harga yang ditawarkan juga lumayan menggoda Rp 250 ribu.

Untuk mendapatkannya bisa hubungi 3H di Jl. Barata Jaya, No. 11B, Surabaya, Jawa Timur. Telepon: (031) 5044246.  (www.motorplus-online.com)

Rabu, 19 Oktober 2011

Sokbreker Gaul Bahan Almu



Desain mirip buatan Thailand
Bahan sokbreker matik standar didominasi besi. Makanya dianggap jadi terlihat kurang bervariasi karena dari dulu memang bahan sok selalu besi. Paling yang dibuat dari aluminium hanya bagian anting saja.

Sekarang banyak hadir sokbreker variasi gaul didominasi bahan aluminium. Seperti sokbreker yang diluncurkan oleh merek Willwood ini. Semua sudah pakai aluminium, kecuali as dan bagian sok yang memang harus kuat.

Desain sok ini sepintas mirip sok terkenal buatan Thailand. “Hanya beda warna supaya tidak diprotes,” jelas Mulyamin dari Anugerah Motor.

Ukuran yang tersedia memang hanya untuk Yamaha Mio. Tapi, dipastikan bisa juga dipakai untuk skubek Honda macam Vario, BeAT, Scoopy atau juga Spacy.

Harga yang ditawarkan sepertiga banderol sokbreker asli Thailand. “Hanya 250 ribu,” bisik Mulyamin dari Jl. Raya Bulak No. 466, Jatibarang, Indramayu. Konon harga itu masih bisa dinego lagi. Untuk itu tanya langsung ke 0819-4692-7447.  (motorplus-online.com)

Yamaha Scorpio The Bobber?


 
Waktu nyimak motor ini banyak yang komentar. Desain bobber atau setidaknya bobber-scrambler. Itu bisa ditebak karena penamaan itu didasarkan pada ukuran roda gede depan-belakang sebagai predikat bobber di mata kebanyakan biker.

Hal itu mesti diluruskan. Karena eh karena, bobber sama sekali enggak terkait dengan ban gendut. Nge-bob sebenarnya gaya desain tahun 50-an sebelum era choppers. Tanda paling utama belum dirombak ulangnya sasis dan masih pakai komponen lama atau aslinya.

Artinya bobber belum seradikal choppers. Entah bagaimana ceritanya, ban gendut sering diistilahkan sebagai bobber. Jadi, motor milik Mr. Lance yang digarap Deus Ex Machina Bali ini lebih kena sebagai semi scrambler dengan sentuhan khas Deus yang beraroma new school.

Deus banyak adopsi barang baru, seperti di Scorpio 2011 ini. Kaki-kaki dan juga komponen pendukung lain. Sipnya lagi, mereka juga bisa meramu nafas ‘lama’ di motor ini dengan memaksimalkan bentukan asli sasis Scorpio dengan pipa tubular konvensional dan double down tube di depan.
Bro Mustang sebagai builder, memang punya selera ke arah itu. Untuk sasis lebih konsen merambah sektor belakang sebagai ‘wajah’ scrambler lama di motor ini. Sasis depan tidak banyak digarap. Tangki simpel khas Deus dirasa sudah mumpuni dipasang pada back-bone walau menyisakan celah di center bone terutama antara tangki dan jok.

Bagian bawah jadi tilikan utama customized motor ini. Mr. Lance dan pihak Deus sepakat memberikan ‘otot’ lebih di kaki-kaki sport Yamaha 225cc ini. Ban depan belakang dipilih x-treme fat lewat adopsi dua ban milik TW 200 sebagai penguat motor pantai yang cocok untuk lansekap Bali dan sekitarnya yang banyak menyajikan pemandangan pantai.


“Dari sana sektor penunjangnya mesti mumpuni,” jelas Mustang. Mereka lantas memilih lengan ayun Suzuki Bandit yang lebih muscle ketimbang asli Scorpio dengan monosok yang dirancang modifikator asal Batu, Mejan, Canggu ini. Pilihan konstruksi monosok juga ikut membuat motor ini telihat lebih simpel dan kosong di sektor depan.

Ogah Kompromi
Kekuatan yang layak jadi inpirasi untuk karya mereka tentunya pada detail dan rapi. Mereka ogah berkompromi memasang peranti asal-asalan di motor ini.

Seperti pilih sok besar up side down Suzuki GSX yang terlihat lebih modern. Uniknya, penampakan di depan ini tetaplah bernuansa ol skool khas Jap’s Style dengan sepatbor minimalis hingga kontur ban di depan lebih menonjol.

Sebagai penguat estetika depan, lampu depan replika Harley-Davidson (H-D) dilengkapi cover kawat sebagai aksentuasi dan penguat roh motor yang suka menjelalah di medan off-road.

Faktor performa juga ditilik serius. Selain kaki-kaki banyak mengadopsi limbah moge, mesin juga sudah kena porting plus piston Wiseco. Selebihnya, komponen Scorpio standar yang masih keluaran baru memang enak dibejek sampai batas maksimal. (motorplus-online.com)